after seeking for long time, finally I found Kapurung’s restaurant in Balikpapan at my weekend jpurney with frined and family at Saturday August 6, 2006. (The day was in 1945, the arrogant America bombing Hiroshima, Japan)
Kapurung hanya bisa dibuat dengan keberadaan sagu berjenis Tawaro. Jenis ini yang agak sulit ditemukan di luar Luwu – Sulsel. Kalau jenis sagu biasa sih banyak di seantero negeri Nusantara ini, tapi kalo tawaro, it’s a rare kind. Saya sempat ber-narsis ria di depan waring Kapurung itu, soale agak susah nyari warung khas sejenis ini di kota Balikpapan. He3
Foto disampingnya, hmm, kembali ke masa kecil, ini dibuat pas hari Minggu, Agustus 7, 2006, sore, kita bersama teman dan keluarga berwisata ke pantai Monumen Balikpapan, what a wonderful beach is it. Pasir putih, ombak yang bergulung-gulung (hehe, maksudnya?), gak heran banyak warga yang memanfaatkan nya unutk berenang di alut dan jet motor ski. Sempat nanya, berapa rental jet ski nya se jam, si empunya bilang “Rp 600,000/jam”..what?? mahal amit…mending gak usah deh kalo segitu….hehhe
































kapurung dan konro???
cik cick tirtrriuur gojers goejess bagus bagus fotona
waaaaaaa
bukan karena kapurungnya.. hehehe krn saya ga terlalu menyukai makanan “berlendir” itu *maap*
tapi karena ganti skin-nya.. hehehe
ck ck ck… enakji kapurungnya di sana.?? samaji rasanya yang di sini..?
kapurung? enak sekaliji cess…hehhe
kalo buat makanan makasar sih pencapaiannya baru sop konro huehehhehe jadi mikir keras, gimana caranya bisa sampai makassar nih.
Kapurung di seluruh wilayah Palopo merupakan makanan pokok selain beras. Menurut saya kapurung lebih nikmat disajikan dengan parede bete jollo(ikan gabus) yang ukurannya +/- sebesar paha orang dewasa. Sayurannya bisa dengan bayam merah atau sayuran lainnya yang baru saja dipetik dari ladang yang rasanya cenderung manis. Lebih nikmat lagi jika tempat makannya di tengah-tengah hamparan ladang sembari angin segar bertiup di sekitar kita.