Alhamdulillah, akhirnya tercapai juga keinginan kopi darat dengan rekan-rekan Cit-rep panyingkul. Terlebih karena kehadiran K’Ly dan Faried, Om Sammy, Bang Halim, Kak Luna, Jimpe, Armiyn, Nilam, Piyo, Nyomnyom, Weda, Ammang, Erwin, In-art, Ochank, dan Ince meramaikan suasana.
Forum Citrep ini diadakan di PPLH Puntondo, Takalar, melewati Topejawa, Cikoang, Lakiung, tgl 8-9 Juli 2007. PUntondo adalah kampung nelayan di pesisir Takalar, mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari melaut; membudidayakan rumput laut, dan ber-bagang. Bagang, sebuah bangunan menyerupai pondok sederhana dari bambu yang dibawahnya dipasang jala untuk memerangkap ikan yang lewat di bawahnya. Untuk menarik ikan-ikan itu menghampiri bagang, para nelayan memasang lampu petromaks tepat di bawah bagang. Kami sempat berdayung ke bagang itu dan menikmati ikan, udang, kepiting, yg dibakar. JUga ada ikan buntal yg berhasil terperangkap, sayang sekali kami gak minat makan ikan beracun itu, dan beruntung buat dia, kami melepasnya dengan sukarela. He2…
Walau hanya semalam sahaja, tapi sure, moment ini ndak bakalan dilupakan deh. Sebahagian foto-foto nya saya tampilkan disini.
Photo-1; Briefing dulu…by Nasrun, staf pengelola PPLH; gak boleh ngerokok dan buang sampah sembarangan, makai air tawar secukupnya, Lima kali gong tanda Makan, etc
Photo-2; Kanda Faried, memberi arahan diskusi siang.
Photo-4: K’ Faried, K’ Luna, K’ Ly and Om Sammy. Everybody Happy.
Photo-5. Om Sammy membawakan lagu khusus untuk Ultah Pertama Panyingkul.
Photo-6; Live Performance by Om Sammy Lee, diiringi oleh Ochank
Photo-7; Belia-belia Panyingkul; Weda, Nyomnyom, Inart, Piyo, Ince, Nilam
Photo-8; Santai tapi serius juga ji tawwa…
Photo-9; Bung Halim HD. Saya mengira bertemu kembarnya Om Pramoedya A Toer. Disela-sela waktu yg sedikit, Bung Halim HD banyak men-share ilmu dan pengalamannya ttg seni pertunjukan Sulsel, juga bercerita ttg maestro-maestro tari sulsel yang perlu dilestarikan, namun….
Photo-10; Kak Ly menjelaskan konsep Cit-rep itu apa seh…..
Photo-11; Erwin yang bicara, ttg harapannya akan Panyingkul. Btw, kapan nyumbang tulisan ttg Makcopong?
Photo-12; Narsis di depan Mangrove (photo by Kak Ly)
Photo-13; Kak Ly dan batok kelapanya. Trust me! (Memang susah yah meyakinkan orang kalo K’Ly tuh journalist? he3.
Photo-14; Kasihan Om Sammy, jadi ‘beban’ buat si muda-mudi…:)
Photo-15; Salah satu pemandangan di pantai Puntondo
Photo-16; Small Puntondo’s Bagang
Photo-17: Bagang; pondok penjerat ikan.
Photo-18; Another part of Puntodo’s beach
Photo-19; Mangrove di Puntodo, mudah2an awet….
Photo-20;Puntondo’s beach
Photo-21; Twilight at Puntondo
Photo-22: Kak Luna Vidya dan perahu cinta nya; Cinta Tak Harus Memiliki. Puitis sekali!
Photo 23; Kekerasan Dalam Rumah Tangga? You May Try This at Home!
Photo-24; Wedding Photography….
Photo 25; Lovely Weda…Tau SoppengngE….
Photo-26; Trio MacanG Plus Kucing Garong; Weda, Jimpe, Nyom2, Piyo
Photo-27; Dusk in Puntondo
Photo-28; Puntondo’s Rock Beach…
Photo-28; Bungalow #5, tempat Om Sammy nginep
Photo-29; Om Sammy berbagi cerita
Photo-30; Our Ladies
Photo-31; Menuju Bagan, perjalanan pendek yang menegangkan dan ‘mengkhawatirkan!’…
Photo-32; Bagan Siapi-api; siap membakar….!
Photo-33; Nyom2 dan Weda
Photo-34; Bapak penunggu Bagan; Sesaat sebelum Insiden Lost of Petromaks.
Photo-35; Sunrise di Puntondo
Photo-36; Another Sunrise
Photo-37; Sunrise Between….
Photo-38; Sunrise again…
Photo-39; Investasi bagus buat bikin villa…( I wish…)
Photo-40; Om Sammy dan Harmonika nya, membuai para gadis muda….
Photo-41; Om Sammy’s banjo performance
Photo-42; Raja Minyak yg ketinggalan sepatunya..
Photo-43; Last but not least; dua orang laki-bini yang jadi nahkoda nya Panyingkul.









































































sangat menarik!!!
terutama bagian kata yang ‘mengkhawatirkan!’…
sebab sayajuga ada dalam insiden itu
petromaksnya nda’ diganti kodong??
Kasian(g)nya itu, nda bisami pergi ambil ikan
bagaimana ince?nilam?
punya pendapat sama??
Wah aku malah gak pernah kopdar sama sekali
Ruslee..foto-foto yang sangat memikat dan bikin iri. Duh..kapan ya saya bisa ikutan acara serupa yang diadakan Panyingkul!
waooww!!
iri ka’ liat ini foto, eh!
hahahahhaa
Trust me….
I’m a PremanG (tetep)
waduh rusle’ makasih banyak boss… foto-fotonya membuat rasa lelah dari puntondo langsung hilang..
ruslee… sayang menyesal tidak bisa ikut… tapi foto2nya membuat saya serasa ada dalam bagian acara itu…
btw, adakah acara pulang ke wajo meninjau banjir?
Hi, Rusle.
Mantap sekali karyamu sebagai kameraman Panyingkul for the most important occasion.
Saya jadi pengen kembali lagi, tapi tentu tidak bisa sendirian pasti kesepian, merana dan dirundung penyakit mala rindu, donk!
Sampe tahun depan, gengs! Jangan lupa undang saya lagi, kalau masih ada sumur di badan, oops maksudku kalau ada umur di ladang, cess!
om sammy ji, tabe di!
wee…kentara mentong semua gadis-gadis pada NTT (narsis tiada tara) selalu muncul di foto..he3x..
makasih ya jepret-jepretnya..
itu yang paling tidak bisa sa lupa accident lost of petromax..kasian nelayanna..
ok pale sikampong…have a nice day mi ri juppandang..
waah… ndak nyangka ada tempat yang secantik itu di dekat Makassar.
dan beruntungnya orang-orang yang ada dalam poto itu..
*iri setojeng-tojengnya*
Gak nyesal deh ikutan ke puntondo kemarin, selain banyak dapat pencerahan dari kanda-kanda, tukar pikiran, makanan enak (feels like home), tempat tidur yg nyoman eh nyaman, juga pemandangan indah dan fotographer yg handal dikelasnya yang siap memotret kami-kami yang belia ini yg sengaja membiarkan diri jadi modelnya..hehehe, senang sekali bisa kenalan dengan Ruslee, meskipun awalnya kenalan di lapak dekat selokan yaa..hehehe…salam buat Balikpapan..
Halo Bang Rusle. Saya suka artikel di Panyingkul yang ditulis siswi SMA, yang didatangi seseorang yg “kampanye terselubung”. Bagus sekali.
Kekuatan citizen journalism?
dari fotonya aja dah seru… gimana aslinya yah…
setuju ama mus… bikin jeles… hiks
edd. .seru na… kapan2…..ikut ka juga kodong.. hehehe
hehehehe seru yah
hari seninnya harus ke klinik..
sayang ndak bisa ka ikutanG kodonG
coba bikinnya pas wiken..
wah..saya baru tauk klo dekat kampungku ada tempat yang bagus kayak begini..:)
maklum, anak sekarang..jarangmi pulang kampung..hehehe..
panyingkul, sukses
panyingkul, hebat
panyingkul, nature
panyingkul, ……………………
nyatami negrita surga, sebagian kitaji yg kotori.
nyatami kampongta cantik, tidak kalah kampong lain, nomor 1 bagi kita, mariki perbaiki, mariki kenal, sayangi, ……
jika setiap kita berpartisipasi menulis tentang keindahan dan potensi daerahnya, kita akan punya data lengkap dan peluang yang lebih besar, untuk majukan daerahta.
terima kasih panyingkul, sukses dan selamat berkarya
spesial daeng rusle,
salam kenal.
pingin lebih kenal dengan daeng, bantuka daeng bagaimana menulis, bagaimana jadi jurnalis, bisa ji daeng?
banyak yang ingin saya tulis, terutama pengalaman tentang bagaimana usaha pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pendidikan masyarakat BH agar bisa melek huruf dan fungsional untuk peningkatan taraf hidupnya. seperti itu cita-citaku.
terima kasih
PUNTONDO…KAYAK SERU!!!PASq MW LBURAN DSANA!!DOAIN BSA YAH!
[...] lewat milis dan web panyingkul. Foto-foto dan kegiatan acara dapat dilihat di arsip blog lama ku: Puntondo Special Session. Juga ada dimuat di Panyingkul; Semangat Citizen Journalism di Puntondo. Mudah2an rencana Forum [...]
Insya Allah hari Jum’at kami dari rombongan SMP Islam Athirah Kajaolaliddo akan berangkat ke Puntondo.
Semoga perjalanan kami dsana bermanfaat, terkhusus untuk siswa-siswi kami, amin.
Teruslah menjaga alam ini, key???