Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2007

Kemenangan adalah tamparan yang sesungguhnya. Kesakitan yang dihasilkannya tidaklah bersifat fisik, tapi jauh lebih menghentak ke dalam ke-diri-an kita. Karena dia butuh sebuah konsekuensi atas konsistensi di kemudian hari. Menjadi semisal pecut untuk memotivasi menjadi lebih baik. Hari ini kita menang, bukan karena kita secara obyektif menjadi yang terbaik diantara yang lain. Bukan! Tapi ini [...]

Read Full Post »

Kisah (sedih) Pannampu

Geliat pasar Pannampu adalah geliat subuh hingga matahari sepenggalah. Di pasar Pannampu, ratusan pagandeng, pedagang dengan sepeda berkeranjang, dari segala penjuru Makassar seakan menetapkan subuh sebagai penanda dimulainya pertemuan rutin mereka saban hari. Setiap hari, kecuali dua lebaran. Mereka, para pagandeng-pagandeng itu berbaur bersama pedagang lainnya; yang bermotor, bergerobak, hingga yang panggul menempati selasar blok [...]

Read Full Post »

[puisi] aku menunggu dgn tekun

aku lelaki yang diterbangkan senja
berteman kepak sayap burung
yang bernyanyi lagu hujan
jauh dibawah ada perigi sepi
di sisinya duduk perempuanku, tersipu
menanti diseberangkan kenangan
digenggamnya ada gayung harapan
dan lonceng pemanggil kekasih
rinai hujan turun satu satu
mengeja debu
mencari bebaris pesan dari nelayan
perahu cintanya tertambat di kejauhan
kapan engkau datang menyeberangkan perempuanku?
katamu, nopember tahun ini
datang membawa berita
sabarlah wahai lelaki setengah senja!
aku lelaki setengah senja
menunggu [...]

Read Full Post »

[puisi] sehabis mencinta

 
05.45wita, 210807, straat enam-balikpapan
sehabis mencinta
diantara dedaun yang dimandikan pagi
dan rambut basah
berpeluh
bebaris doa
kupanjatkan

Read Full Post »

Foto Merdeka!

Foto ini dipersiapkan untuk mengikuti lomba foto memperingati HUT RI ke-62 di Blogfam!
Alhamdulillah, Foto ini terpilih sebagai Pemenang Pertama Lomba Foto dalam Rangka HUT RI ke-62 dari Blogfam. Terima kasih, Kuru Sumange! Baca Berita nya di link ini. Pengumuman Lomba HUT RI-62.

Judul: Ayo, kawan. Habiskan!
Event: Lomba Kerupuk, seorang peserta yang ‘terlambat’ menghabiskan kerupuk nya disemangati [...]

Read Full Post »

Postingan untuk mengikuti lomba entry 17-an Blogfam.
Alhamdulillah, Postingan/entry ini terpilih sebagai Pemenang Pertama Lomba Entry dalam Rangka HUT RI ke-62 dari Blogfam. Terima kasih, Kuru Sumange! Baca Berita nya di link ini. Pengumuman Lomba HUT RI-62.
====================== 
Tak banyak yang bisa kuingat tentang 17an. Kalaupun ada, sebahagian besar adalah ‘hanya’ serunya menyaksikan lomba-lomba yang diadakan di lingkunganku. [...]

Read Full Post »

Parsiti, ingatkan aku!

Postingan ini dipersiapkan untuk mengikuti lomba Gombal – HUT RI di Blogfam.
Alhamdulillah, Postingan/Gombal ini terpilih sebagai Pemenang Favorit Ke-3 Lomba Gombal dalam Rangka HUT RI ke-62 dari Blogfam. Terima kasih, Kuru Sumange! Baca Berita nya di link ini. Pengumuman Lomba HUT RI-62. 
Sayang sekali saya tidak mampu menggombal serius dan sesuai peruntukannya, saya hanya bisa menggombal [...]

Read Full Post »

Saya mencatat beberapa peristiwa (negatif) menjelang perayaan kemerdekaan kita. Mohon maaf yang terlintas dan menarik perhatian hanya yang negatif saja (Walaupun tentu saja banyak juga peristiwa membanggakan/positif). Misinya hanya satu, improvement.
Bung Karno dalam Amanat Proklamasi 1956,
“Bangsa Indonesia harus mempunyai isi hidup dan arah hidup. Kita harus mempunyai levensinhoud dan levensrichting. Bangsa yang tidak mempunyai isi [...]

Read Full Post »

hari ini hanya pengen menyanyi saja.
menyanyi lagu kebangsaan saat masih jadi daun muda di kampus ganesha tercinta.
dulu saya pikir lagu ini adalah lagu pop atau lagu nasional yang sempat luput dari bahan hapalan masa sekolah. rupanya belakangan saya tahu kalo ini adalah musikalisasi dari penyair terkenal bandung, - abah iwan abdulrahman. (Gambar samping diunduh dari Wikipedia)
lagu [...]

Read Full Post »

Cerita dari Pannampu (Draft)

(Tulisan ini baru draft awal, akan disempurnakan kemudian, Amin!)
Geliat pasar pannampu adalah geliat subuh hingga matahari sepenggalah. Di Pannampu, ratusan pagandeng, pedagang dengan sepeda berkeranjang, dari segala penjuru Makassar seakan menetapkan subuh sebagai penanda dimulainya pertemuan rutin mereka saban hari. Setiap hari, kecuali dua lebaran. Mereka, para pagandeng-pagandeng itu berbaur bersama pedagang lainnya; yang bermotor, [...]

Read Full Post »

Older Posts »