Irul, siswa kelas 8 salah satu SMP di kota Bogor, sebenarnya tak ingin libur di hari itu, 25 Oktober 2008. Sesuai jadwal, matematika dan prakarya – dua pelajaran kegemarannya sejak SD, disandingkan di hari sabtu itu. Tapi agenda politik kota Bogor merumahkan dirinya hari itu, bersama ratusan ribu siswa di kota Bogor; 152 Taman Kanak-Kanak, [...]
Archive for October, 2008
Pantaskah Pilkada Mengorbankan Hari Sekolah?
Posted in My Self-writing, feature on October 29, 2008 | Leave a Comment »
Blogger, Pendidik dan Pewarta Warga!
Posted in My Self-writing on October 28, 2008 | Leave a Comment »
Blogger, sejatinya adalah pewarta warga. Mereka, yang berasal dari beragam latar demografis, hadir menyuarakan interest pribadi melalui ranah internet. Di Indonesia saja, tahun ini ada sekitar 600 ribu blog. Diproyeksikan tahun depan angka ini mencapai jutaan. Melalui blog, masyarakat bisa disuapi jutaan informasi yang umumnya luput dari perhatian media mainstream. Mulai dari soal remeh lirik [...]
Pilkada Makassar: Kubungkus Janjimu di Pasar Pannampu
Posted in My Self-writing, Tanah Air, feature on October 27, 2008 | Leave a Comment »
note: Tulisan ini juga dimuat di Panyingkul.
Bapak saya, Haji Muhammad Nur, 67 tahun terlihat gelisah ketika sore itu duduk mengaso bersama anak-anaknya di ruang tetirah di salah satu rumah di bilangan Cibinong, Bogor. Sudah sepuluh hari ini ia berada di Bogor untuk berlibur dari akitiftas hariannya sebagai pedagang di Pannampu Makassar. Liburan ini juga dimanfaatkannya [...]
Maha Tenggat
Posted in Good Article, My Self-writing on October 24, 2008 | 2 Comments »
Betapa sering kita gamang dan dirisaukan oleh tenggat. Tenggat yang sejatinya kita ciptakan sendiri bisa menjadi sesuatu yang amat menakutkan! Dia yang awalnya dijadikan pengarah agar kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya, di saat terakhir berubah menjadi cemeti.
Saya mungkin orang yang paling tidak konsisten dengan janji. Janji yang sering saya buat, kemudian menjadi beban yang berat [...]
Otokritik Seorang Kristen
Posted in Good Article on October 24, 2008 | 5 Comments »
Rekans,
Tanpa bermaksud untuk menonjolkan issue SARA ataupun memperuncing perbedaan di masyarakat kita yang heterogen, saya memforward tulisan ini. Menurut pendapat pribadi saya, tulisan ini bisa menambah referensi kita soal apresiasi terhadap kemanusiaan seseorang tanpa perlu memandang busana yang sedang ia gunakan ketika menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat.
Kesejatian manusia sebagai mahluk Tuhan pasti mengemban sebuah nilai [...]
Hati Rombeng
Posted in My Self-writing, Umum aja!, feature, foto on October 21, 2008 | Leave a Comment »
Seberapa kuat tangan kita melakukan perubahan – ke arah yang lebih baik, meski sekecil hempasan riak ombak di samudera lepas? Jawabnya standard: sekuat usaha Anda mengubah ide baik menjadi gerak laku. Transformasi ini sebenarnya mudah sahaja, hanya dibutuhkan momentum di awal. Momentum ini adalah semisal hidayah dari Tuhan. Tuhan mungkin sudah membisikkan banyak hal baik [...]




























