Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2006

ke jakarta

ntar malam saya ke Jakarta untuk suatu urusan…insya Allah sampai hari Ahad balik lagi ke Balikpapan. Senengnya karena bakal ketemu my brothers disana, dan juga my cute nephews….sedinya, mesti berpisah dengan my little hero – Mahdi…walaupun cuman 3 hari tp as a new father who recently enjoy being a father surely will feel sad…

tp gak apa-apa, mudah2an hasil dari urusan ini worthed buat semua, Amin….

Advertisements

Read Full Post »

sisi buruk

Go to fullsize imageSemalam ketika menyusuri boulevard jl Ahmad Yani Balikpapan, terngiang cerita istri saya tentang tetangga saya, seorang Ustad jebolan Mesir dan Saudi, yang sehari-harinya dipanggil 'pak Haji', dan mengajar di pesantren-pesantren sekitar Balikpapan dan Samarinda…sebenarnya cerita istri saya ini hanyalah kisah selintasan mata, hanya mendesis di telinga awam, dan mungkin tidak akan berbekas di hati kita…

Istri saya melihat sang Kyai, menghardik dengan kasar anak lelakinya berumur 5tahun.."kalo gak diam, saya pukul nanti"…

Pemandangan ini mungkin adalah hal yang lazim kita lihat di keluarga kita, gak bisa kita men-cap hardikan ini baik atau buruk tanpa melihat latar belakangnya. Bisa jadi hardikan terhadap anak juga diperlukan sebagai salah satu bentuk 'pendidikan' ataupun 'punishment'…Namun, ini juga bisa menunujukkan sisi buruk seorang berilmu ketika marah yang meledak….

Namun, kemudian pikiran saya melayang ke cerita2 yang lain yang terekam di kepala saya. Banyak saya mendapati betapa seseorang tokoh ketika berada di layar pentas sosial begitu dipuja karena kelebihan moralitas nya. Namun, dibalik itu semua ada juga yang memiliki sisi buruk yang mungkin akan me'malu'kan sang 'tokoh'.

Misalnya seorang kyai besar dari sebuah pesantren, rupanya memiliki kecenderungan seksual yang sangat tinggi sehingga dengan memanfaatkan syariat maka frekwensi 'nikah mu'tah' atau 'nikah siri' menjadi tinggi. Seorang hakim yang berwibawa di pengadilan, rupanya diam-diam memeras si tertuduh untuk 'membeli' kebebasannya.

Si Polisi yang garang dan galak dalam menegakkan peraturan rupanya juga seorang pengedar dan pecandu narkoba.

Seorang menteri Agama di republik berpenduduk Islam terbesar di dunia, rupanya sangat mempercayai 'klenik' yang justru di'haram'kan oleh Islam.

Seorang suami dan ayah yang menjadi kebanggaan anak-istrinya, rupanya punya kecenderungan korupsi di kantornya. Seorang pasangan yang selalu membanggakan diri sebagai pasangan paling setia untuk kekasihnya, rupanya punya seabreg daftar selingkuhan di 'otak'nya.

Seorang aktor yang selalu memerankan tokoh bersahaja dan berbudi pekerti yang luhur dan menjadi idola masyarakat serta sesekali menjadi juru kampanye anti Narkoba, ternyata di kehidupan sehari2nya justru kerap menghisap shabu-shabu untuk kesenangan.

Seorang artsi wanita yang anggun dan selalu menekankan profesionalisme, rupanya bisa juga di'booking' dengan beberapa juta rupiah. Seorang lelaki gagah dan disenangi wanita, ternyata masih suka melakukan onani. Seorang wanita terpandang karena kariernya rupanya pada jam2 tertentu di kantornya seneng banget mem-browsing cerita-cerita porno…

yah, mungkin ini hanya perkiraan aja dan gak sepenuhnya benar, namun saya pikir semua manusia memiliki sisi buruk yang memalukan…..

…nah, apa kira-kira sisi buruk Anda…? :p

Read Full Post »

karena postingnya kepanjangan untuk ditampilkan di comment…dan berhubung artikel ini cukup menarik, maka saya sengaja menampilkan nya di posting depan..

Go to fullsize imageBeberapa orang Muslim yang ingin menyendiri dalam kehidupan dan tidak mau bergaul dengan masyarakat ramai mempunyai alasan yang kurang tepat. Beberapa sikap dan pemikiran yang kurang tepat adalah:

1. Belum berda’wah tetapi sudah memvonis

Islam tidak mangajarkan kepada ummatnya untuk menjadi tukang vonis, tetapi Islam mengajak ummatnya untuk menjadi seorang da’i. Allah Ta’ala berfirman:”Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (Al Ghaasyiyah [88]: 21-22).

Seringkali kita memvonis masyarakat dengan vonis yang menyakitkan, seperti: sesat, kafir, murtad, ahli neraka dan lain-lain. Sementara kita sama sekali belum berd’awah kepada mereka dengan cara-cara yang diajarkan Rasulullah SAW. Sikap seperti ini meneybabkan terjadi rentangan jarak yang jauh antara kita dengan masyarakat. Atau, menyebabkan kita lebih suka menyendiri daripada bergaul untuk berda’wah.

Tentu saja sikap seperti ini tidak tepat, karena berda’wah itu adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam berhubungan dengan manusia. Dan dengan da’wah pulalah kita bergaul dengan masyarakat ramai. Sedangkan sikap suka menjatuhkan vonis kepada msyarakat bukanlah ajaran Islam, karena Rasulullah SAW bersabda:”Saya tidak diutus untuk menjadi tukang cela, tetapi untuk menjadi pemberi rahmat” (Tafsir Ibnu Katsir).

2. Semua jama’ah dan organisasi Islam sesat dan firqah

Allah Ta’ala berfirman:”Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar Ruum [30]: 32).

Rasulullah SAW bersabda:”Ummatku terpecah menjadi tujuhpuluhtiga firqah, tujuhpuluh dua masuk nerakadan satu yang masuk surga; itulah jama’ah” (HR. Ahmad).

Dalil-dalil di atas atau yang serupa dengannya, seringkali disikapi keliru oleh beberapa gelintir Kaum Muslimin. Sikap yang keliru tersebut adalah:

a. Menganggap seluruh jama’ah Kaum Muslimin adalah sesat dan firqah

b. Menganggap hanya jama’ahnya yang memenuhi kriteria di atas, sehingga hanya jama’ahnya yang berhak masuk surga. Sedangkan jama’ah lain akan masuk neraka.

Kedua sikap ekstrem tersebut tentu saja sikap yang tidak tepat. Karena ayat beserta hadits di atas, atau yang sejenis dengannya, hanya menunjukkan sifat-sifat golongan yang benar atau kelompok yang sesat. Dalil-dalil seperti itu sama sekali tidak menunjukkan suatu nama tertentu. Sehingga setiap kelompok, golongan atau jama’ah yang memenuhi sifat-sifat kebenaran seperti itu masuk dalam golongan yang selamat; apapun namanya. Demikian pula sebaliknya, jika ada kelompok, golongan atau jama’ah yang memenuhi sifat-sifat kesesatan, maka dia akan masuk dalam golongan yang celaka; apapun namanya.

Sehingga, tidak ada organisasi yang benar sendiri tidak pula seluruh organisasi sesat. Kita lihat dulu sifat-sifat organisasi tersebut secara obyektif. Sudut pandang inilah yang Islami dan menghindarkan diri kita dari keengganan untuk bergaul dengan mesyarakat ramai yang mengikuti berbagai macam organisasi.

3. Berinteraksi dengan pelaku maksiat dilarang dalam Islam

Rasulullah SAW pernah bersabda:”Seseorang itu bersama agama temannya. Maka perhatikanlah dengan siapa seseorang itu berteman” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Dengan sabda Rasulullah Saw ini ada beberapa Kaum Muslimin yang beranggapan bahwa berinteraksi dengan pelaku maksiat itu dilarang.

Tentu saja pemahaman ini tidak seratus persen benar dan juga tidak seratus persen salah. Yang diingatkan Rasulullah SAW adalah pertemanan bukan interaksi. Yang diamksud dengan pertemanan adalah tempat seseorang meletakkan rasa solidaritas, menumpahkan perasaan dan tempat memberikan loyalitas. Pertemana seperti inilah yang harus dijaga tetap dengan orang-orang yang shalih, bukan dengan para pelaku maksiat.

Sedangkan interaksi itu dapat bermakna sangat luas. Karena da’wah itu sendiri adalah sebuah bentuk interaksi terus-menerus antara seorang juru da’wah dengan obyek da’wahnya. Di antara obyek da’wah adalah para pelaku maksiat. Tentu saja, interaksi da’wah dengan para pelaku maksiat bukan dalam rangka pertemanan, yaitu bukan dalam rangka memberikan rasa solidaritas, menumpahkan perasaan serta tempet memberikan loyalitas. Tetapi dalam rangka mengarahkan, meluruskan serta mengurangi intensitas kemaksiatannya.

Seseorang yang menganggap interaksi dengan pelaku maksiat dilarang menyebabkan dia mengambil sikap menyendiri dan menyepi serta mengindarkan diri dari bergaul dengan sesama manusia. Sikap inilah yang tidak tepat.

4. Sekarang ini adalah masa kerusakan

Rasulullah SAW bersabda:”Akan datang suatu masa yang menimpa manusia; tidak ada Islam kecuali tinggal namanya saja, tidak ada Al Qur’an kecuali tinggal tulisannya saja, masjid-masjid mewah tetapi kosong dari petunjuk serta ulama’nya adalah orang yang paling jahat yang berada di bawah langit …” (HR. Al Baihaqi).

Hadits di atas serta hadits-hadits yang sejenis dijadikan sebagai alasan oleh beberapa Kaum Muslimin untuk menggambarkan kondisi zaman sekarang ini. Sebagian berpendapat sangat ekstrem , yaitu sekarang adalah zaman paling rusak dan sudah tidak mungkin lagi untuk diperbaiki kembali. Sehingga mereka memilih mundur dan menyepi dari keramaian manusia; dengan anggapan supaya selamat dunia akhirat.

Anggapan seperti ini tentu saja tidak dapat dikatakan benar seratus persen. Karena masih banyak hadits lain yang menunjukkan bahwa akhir zaman ditandai dengan kehadiran Dajjal, Nabi Isa, Imam Mahdi, Ya’juj dan Ma’juj dan lain-lain. Semuanya itu belum terjadi. Belum lagi Rasulullah SAW pernah bersabda:”… Kemudian akan datang lagi masa kekhilafahan yang ditegakkan atas dasar-dasar kenabian ketika Allah berkehendak untuk mendatangkannya …” (HR. Ahmad). Dan masa kekhilafahan kedua ini juga belum terwujud. Bagaimana bisa bahwa zaman sekarang ini adalah rusak-rusaknya zaman, sementara ciri-ciri akhir zaman belum terwujud?

Anggapan yang keliru seperti ini menyebabkan manusia mengambil sikap yang tidak tepat pula; di antaranya adalah dengan mengasingkan diri dari masyarakat ramai dan hanya asyik dengan dirinya-sendiri.

Read Full Post »

Verbek’s Mountain


Verbek's Mountain

Originally uploaded by muhruslee.

This is the best picture I have with my lovely wife. It was taken at Sorowako, along road to Malili about October 2005. You can see the background is Verbeck mountain. Wonderful view!

Read Full Post »

sesatkah mereka…?

hari ini di detik ada berita ttg dimulainya persidangan pengadilan Lia Aminuddin pemimpin Jamaah Salamullah karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Sebelumnya, rumah peribadatan mereka juga didatangi warga dan diancam untuk dirusak. Hal yang sama terjadi juga kepada jamaat Ahmadiyah di Sawangan, Mataram dan lain-lain.

Dulu, pada era 1980-an, Komunitas Islam Jamaah juga dilabrak. Pada era 1990-an, sebuah konferensi 'Islam' dilangsungkan di Senayan utnuk membahas ke'sesat'an Syiah….

Kelihatannya di Indonesia, trend stigmatisasi kesesatan terhadap beberapa golongan yang berani berbeda atau memiliki 'pemahaman' berbeda tentang Islam masih bersemai subur dan ter-cover oleh hukum Indonesia. Saya pribadi agak kurang 'nyaman' dengan kondisi ini, yang kelihatannya berusaha mengganggu sisi kemanusiaan seseorang dalam mengejawantahkan hubungan mereka dengan Tuhan. Selama mereka tidak 'memaksakan' ajaran yang mereka pahami kepada masyarakat umum, seharusnya tidak ada yang harus dihukum.

Hukum akan berbicara sekiranya ada unsur 'paksaan' atau 'penipuan' dalam penyebaran ajaran tersebut. Tapi kalau tidak, kenapa mereka harus diusir dari rumah-rumah ibadah mereka. Apakah kita kemudian – dengan secuil pengetahuan tentang agama – merasa berhak untuk mem'vonis' seseorang itu sesat dan men-jeblos-kan mereka keluar dari peradaban kemanusiaan? Siapa sebenarnya yang berhak mewakili Islam?

wallahu 'alam bis shawab

Read Full Post »

…ada saatnya kita mesti mengambil jalan tersulit dalam hidup kita, yang mungkin bagi sebahagian orang merupakan jalan 'terbodoh'….

namun, tidak ada yang mengetahui secara detail setiap parameter pemikiran yang ada di benak kita dalam mengambil keputusan tersebut selain diri kita sendiri, oleh karena nya hal itu akan selalu merupakan keputusan terbaik bagi kita, dan stakeholder kita. Sebaliknya, mungkin bukan merupakan yang terbaik bagi orang lain.

Tidak pernah ada pilihan yang salah dalam hidup ini….pilihan adalah sesuatu yang Bebas-nilai…yang kemudian muncul adalah konsekuensi dari pilihan tersebut semacam profit dan loss yang akan kita terima. Olehnya itu, jangan pernah menyesali suatu keputusan, karena mungkin memang begitu adanya, yang digariskan oleh yang Maha Kuasa dalam bentuk pilihan-pilihan dan kemudian dieksekusi oleh manusia secara sadar.

in life we have some troubles, if we worry we make it double!

Read Full Post »

Taufiq Ismail

Bertanya seseorang kepada junjungan kita

“Wahai Rasulullah tercinta, bandingkan dunia ini dengan akhirat nanti.”

Menjawab Rasulullah SAW,

"Celupkan jarimu ke air lautan.

Air yang menetes dari ujung jarimu itulah dunia seisinya.

Air yang selebihnya di lautan,

air yang ada di seluruh samudera,

itulah akhirat nanti.”

Wahai alangkah kecil arti dunia

Wahai alangkah kerdil arti dunia

Wahai alangkah remeh arti dunia

Wahai alangkah debunya nilai dunia

Yang mengejar akhirat akan mendapat akhirat dan dunia

Yang mengejar dunia cuma mendapat dunia

Read Full Post »

Older Posts »