Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Local News’ Category

logo-pks.jpg

Memaafkan adalah proyeksi sebuah kebesaran jiwa untuk menerima kekhilafan dan sekaligus untuk menghapuskan kekecewaan yang pernah membekas. Adalah suatu cerminan kemuliaan sekiranya sebagai bangsa kita kemudian menjadikan kesalahan masa lalu, baik yang tercatat dengan baiknya di buku sejarah, ataupun yang tidak bisa terjejak karena ‘lupa berjamaah’ yang diidap oleh para punggawa keadilan bangsa ini. Mari memaafkan semuanya, terutama yang telah berpulang. Adapun utang piutang, mesti diselesaikan dengan tuntas untuk tidak merepotkan sang pengukir sejarah di alam sana. Ahli warisnya mesti legowo menerima beban moral dan materiil yang terutang, dan para punggawa keadilan mesti tegas untuk mengusut sampai uang sekepeng pun. Keadilan bukanlah persoalan orang perorang, tapi punya magnitude luas dan berada pada kuadran sejarah yang panjang. Nasib cucu kita, adalah derivatif dari laku sejarah yang kita torehkan pada kitab perjalanan bangsa ini.

 

Mungkin tulisan ini teramat terlambat, tapi saya merasa mesti menuliskan. Terutama untuk saya pribadi agar tidak tercengkeram oleh penyakit lupa sejarah juga. Saya termasuk yang masygul ketika partai politik kebanggaan saya, yang saya anggat the best among the worst begitu antusiasnya mem-perkenalkan mendiang presiden Soeharto sebagai sosok guru bangsa, dan secara tersirat menganggapnya pahlawan bagi negeri ini.

soeharto.jpg

Dalam banyak pemberitaan, terutama oleh Tempo, PKS cukup getol mengkampanyekan penokohan Pak Harto sebagai figur yang dianggap ‘pantas’ dijadikan panutan generasi ini. Di iklan yang banyak menuai protes, PKS konsisten dengan sikapnya: tidak hanya memaafkan, tapi juga menonjolkan. Di sebuah acara partai dalam kaitannya dengan hari pahlawan, PKS mengundang salah satu anak mendiang presiden Soeharto untuk menyampaikan beberapa patah dua kata. Meski issue yang terdengar ke khalayak bahwa soal ini sempat memicu konflik internal partai, namun yang mengemuka di media nasional bahwa partai yang berslogan; bersih, peduli dan profesional ini tetap saja keukeuh dalam kontroversi ini.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

22112008109.jpg

Pesta Blogger 2008

kemaren adalah ‘pesta’ pertama yang saya ikuti. Pesta tahun lalu saya gak bisa hadir berhubung keterbatasan geografis (dan finansial), karena waktu itu masih menetap di Balikpapan. Nah, tahun ini saya punya kesempatan dan waktu untuk menghadiri pesta ke-dua ini yang dilaksanakan di Auditorium BPPT Sudirman.

 

Setelah janjian dan saling nunggu dgn rekan2 dari Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri di Sarinah Thamrin, n sempat nyarap dulu di salah satu fast food sono. Kami kemudian japruts (baca; jalan kaki) menuju BPPT; Rara, pak RT, Anto, Teeza, Chaliq, Fadhlan(?), pak Khalid Mustafa, adeknya pak Khalid, Irwinday. Bapak Kepala Genk: Hasanuddint rupanya sudah berada di TKP, dan estimasi kami meleset, kami yang lebih telat.

Tiba di TKP, rupanya sudah ramai orang2 pada antri untuk ngedaftar. Di pintu nya sudah banyak blogger2 yang nampang, foto2, atau nyebar quesioner buat doorprize.Saya gak perlu daftar lagi, soale termasuk perwakilan dari AngingMammiri yang kebetulan dapat green card lima blogger untuk jadi wakil resmi. Di pintu masuk ketemu blogger2 terkenal; Enda Nasution, Budi Putra, dan Daeng Battala. Di situ juga kemudian bergabung Bapak Kepala Genk, Hasanuddin yang ikhlas menunggu dan membagikan goddie bag gretongan kami, ada juga Mamie dan temennya, ada Daeng Marowa, Daeng Sukri, Daeng Ngitung. Sempat anak-anak AM-ers ini bernarsis ria dengan para seleblog he2.

with-enda-dan-arul.JPG

mamie, saya, enda, amriltg, eko, arul

Di pintu masuk saya juga sempet ketemu Andrian, yang tempo hari menyelenggarakan IBC2007 (Inspired Blog Competition), kebetulan beberapa tulisan saya lolos di ajang itu. Rencananya kumpulan postingan yang katanya menginspirasi itu akan diterbitkan dalam bentuk buku, dan kebetulan tulisan saya yang bertajuk “Menulislah dan Anda Abadi” ditaruh sebagai halaman pembuka, pengantar buku itu. Nah, saya sempat menanyakan status penerbitan buku itu yang dijawab Ardian bahwa buku nya terkendala soal penerbit. Belum ada penerbit yang cocok untuk dijadikan kendaraan. Saya bilang, bukannya sekarang banyak tuh penerbit yang gampang menerbitkan buku semacam Grasindo dan lainnya, sebagaimana yang AM lakukan sebelumnya, Apalagi jenis buku nya lumayan bagus: Inspired Blog! Tapi anyway, saya sempet diberikan e-book atau draft buku tersebut. Bangganya!Setelah merasa capai di pintu masuk, kami kemudian memutuskan masuk saja ke hall nya. Anak-anak AM-ers memilih untuk menempati balkon yang memang tidak begitu penuh. Sorak-sorai temen2 AM-er kelihatannya paling gemuruh, manakala MC (Panji) atau ketua panitia Ndorokakung menyebut komunitas AM atau ketika mengundang wakil AM menjadi panelis diskusi: Daeng Battala. Ha2, dasar udik…hehe, udik tapi keren boss…

 

22112008110.jpg

Sebenarnya jalannya acara awal di hall terkesan garing, kurang greget dan membosankan. Banyak peserta yang kemudian tidak begitu fokus mengarahkan perhatiannya ke panggung yang notabene diisi oleh orang2 yang berkompeten di bidangnya. Tapi karena flow dan diskusi dikemas kurang menarik ya jadinya bikin peserta terkesan bosen. Tapi ada juga acara yang cukup meriah dan menarik atensi semua peserta pesta, yakni penganugerahan penghargaan komunitas. Most Promising (atau Promoting?) Community jatuh ke Bali Blogger Community yang waktu itu perwakilannya hanya tiga orang. Di bidang lain ada penganugerahan Blogging for Society Award yang jatuh ke Komunitas Blogger Yogya: Cah Andong. Hadiahnya berupa uang pembinaan 10 juta rupiah dari Oxfam, piagam, seperangkat komputer dari HP.

(more…)

Read Full Post »

daeng-basse.JPGSambil menghirup nikmatnya kopi kental di warung kopi khas Makassar di Kafe Phoenam, bilangan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berseloroh betapa kasus kematian Daeng Basse menjadi issue politis di tengah pencalonan dirinya untuk menjabat walikota kedua kalinya. Asap yang mengepul menebarkan aroma kopi wangi itu keluar dari cangkir putih tebal, sesekali dihirup dengan nikmatnya di Minggu Sore itu, 2 Maret 2008.

Daeng Basse bukan meninggal karena kelaparan. Si Basse – demikian pak Walikota menyebut nama warganya itu – mati bukan karena kelaparan. Dia diare. Dan akibat diare dia tidak makan. Bicara orang sakit diare ditafsirkan politis katanya kelaparan. Siapa yang salah? Dan malang nian bagi Daeng Basse yang saat ini terbujur kaku di kuburannya di Bantaeng, dia yang menjadi korban juga menjadi terdakwa. Pak Walikota membuat sebuah kesimpulan “Yang saya sesalkan dia menderita sakit diare tidak dibawa ke Puskesmas dan di sana (Puskesmas) tidak ada pengeluaran sepersen pun!”.

Secara terpisah, Kadis Kesehatan Kota Makassar, dr Naisyah T Azikin yang dikonfirmasi tetap kukuh menolak bahwa Dg Basse sekeluarga disebut gizi buruk. Naisyah mengungkapkan, keluarga itu hanya tidak terpenuhi kebutuhan asupan makanannya. Kelaparan dan kekuranan asupan makanan adalah beda, menurut kamus ambtenar Makassar ini. Pongah atau bodoh?

Daeng Basse yang malang itu, meninggal dalam kondisi tak makan selama tiga hari. Asupan terakhir yang masuk ke tenggorokannya hanyalah sepiring bubur. Dan tiga hari kemudian, pada 29 Februari 2008, Daeng Basse wafat. Bersamanya ke alam baka, turut serta jabang bayi yang sedang dikandungnya tujuh bulan dan seorang anaknya Bahir yang masih bocah lima tahun.

Kedua manusia malang itu diliangkan dalam satu lubang, di tanah garapan orangtuanya di Bantaeng. Adalah Daeng Basri, suami pemabuk yang lebih mencintai ballo (minuman keras khas Makassar) daripada istri dan anaknya itu, membawanya pulang ke tanah Bantaeng. Walikota Aco menutup kisah itu dengan ungkapan sederhana: Persoalan mati itu persoalan ajal!

Luarbiasa!
Berapa tepukan harus dihadiahkan utk pak Walikota kita?

Jauh di sebuah kota berdebu, seorang blogger asal Makassar menorehkan puisi yang sahdu melepas sang Bunda;

di pusaramu
kuletakkan seikat tanda tanya
terbungkus koran hari selasa
bergambar mahasiswa di kotamu
sedang asik perang batu

Bekasi, 02 Maret 2008

kita, saat ini. apa yang ada dikepala kita? malu, mungkin.

Read Full Post »

set

Ruaarrrrrr biasa…
rekan2 blogger AM di Makassar membuatku iri dan dengki
walau kata Ustaz dua sifat itu haram hukumnya disimpan2, tapi saya rela ji…
penyambutan temang-temang AM membuatku ‘berat’ meninggalkan butta pa’rasangang ini..
12 jam kopdar bersama mereka seperti ndak cukup
seandainya Tuhan menciptakan sehari bisa 100 jam
pun mungkin bakal belum cukup…

Kopdar dimulai di pool bowling MIKO di Makasa, pengayoman. Saya kira jadwalnya jam 11 pas, tapi keliatannya semuanya ‘kompakan’ untuk telat, meninggalkan saya dan Piwang dalam sepi di tempat bowling. He2… Tapi untungnya ‘mereka’ cuman telat 30 menit…
Setelah itu, para bowler pemula itu (kecuali Piwang yang bermain laiknya pebowler profesional) unjuk kekuatan…:p
Ketemu Mamie yang fotogenik, ketemu Boby yg cool, ketemu Cikal yang tiba2 menjadi pebowler jagoan dgn 3x strike. Ketemu yang Linda yang bawel, ketemu Nanie yg diam tapi ketawa, lain-lain…seru sekali!

Sampai jam 1 siang, kita kemudian kita lunch bareng di Diamond. Disitu kemudian bergabung sutradara idolaku, Aan Mansyur. Juga ada Yudi Fajar dan Yahya Fajar. Makannya pada lahap…he2

Jam 3 sore, acara yang luarbiasa itu berpindah ke Happy Puppy! Di momen inilah saya merasa TAK PUAS, waktu terlalu cepat untuk melepaskan momen “gila” ini. Semuanya pada nyanyi sekencang2nya, ndak ada yang jaim. Saya menjadi terlalu gembira dan excited sekali. Dimana lagi saya dapatkan komunitas heboh seperti ini? Ini yang membuatku ‘berat’ sekali! Semua lagu dilibas dengan sukses, ndak peduli suara melengking bak anjing kejepit, ndak peduli napas abis bak kelelep di rawa. Gila!

Jam setengah enam, walau dengan rasa tak rela. Kita tinggalkan tempat bergila-gila itu menuju sunset di Losari. Di Losari, sunsetnya luar biasa!
Seakan Olympus E-500 menemukan ‘jodoh’nya disini. Hasil jepretan ini ciamik sekali.

Jam 7 malam, kemudian kita ke warnet Xpresso, tempat si Linda bawel jaga kandang.
Acara selesai.
Tapi kenangan, tidak!
Dia membekas, mengendap, dan menghuni tempat indah di sini.!
Seperti senyum gadis kecil penjual kacang di Losari,
yang membuat Aan ikhlas melepaskan beberapa lembar ribuan lusuhnya..

Berikut foto-fotonya. (more…)

Read Full Post »

buku

Kamis, 12 Juli 2007 bertempat di Cafe de Coral Mal Panakkukang Makassar, Panyingkul! meluncurkan kumpulan kabar pilihan orang biasa “Makassar di Panyingkul!” menandai satu tahun perjalanan online media yang mengembangkan citizen journalism di Makassar. Peluncuran buku ini didahului dengan workshop citizen reporter di Warnet Patria Panakkukang Mas, yang berlangsung dalam semangat penuh kekeluargaan. Para citizen reporter yang tinggal di berbagai kota dan negara, yang memiliki hubungan emosional dengan Makassar, memilih bertemu untuk merayakan satu tahun Panyingkul! di kota ini.(p!). (Kutip dari panyingkul)

Acara sebenarnya dimulai saat pagi, dalam sesi Worskhop Pelatihan Menulis dipandu oleh editor and founder Panyingkul! Moh Hasymi Ibrahim, Farid M Ibrahim, dan Lily Yulianti. Acara ini dihadiri oleh sekitar 15an Citizan Reporter yang telah berkontribusi dalam web Panyingkul, diantaranya Om Sammy Lee dari Sydney, Om Dr. Hafied Gani yang baru pulang dari Bangkok, juga beberapa rekan yg dari Balikpapan dan Makassar.

Berikut foto2nya;

ws

hafied sammy

Pak Hafied Gani dan Om Sammy

ashar

saya bersama teman se-Kampong, pak Ashar Karateng

blog AM

Bersama Blogger Angingmammiri.org

Read Full Post »

Kemaren dan hari ini (4-5 April 2007), Ayatullah Habibullah Farazdak, yang juga seorang Professor dan Pengajar Besar Hauzah Husainiyyah di Qom Iran, juga seorang Mujtahid dalam AhlulBayt, mengunjungi Balikpapan. Beliau ditemani oleh  Syeikh Mohsen Hakimollahi, pimpinan ICC (Islamic Cultural Center Jakarta) dan wakil rahbar Asia Tenggara dan Ust Abdullah Beik. Sebelumnya, kemaren pagi 4 April 2007, sesaat setelah mendarat di Balikpapan, beliau menyempatkan mengunjungi Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak, dan malam hari nya ba’da Isya memberikan ceramah Maulid Nabi Besar Muhamad SAWW di Masjid Sahibussalam Balikpapan.

Tadi siang, 5April2007, sebelum Dzuhur, Beliau memberikan ceramah dan tanya jawab singkat di rumah Ustad Ali Bajeber, salah seorang pemuka komunitas Ahlul Bayt di Balikpapan, beliau memberikan ceramah mengenai keagungan Rasulullah SAW salah satunya menyatakan bahwa Allah menciptakan bumi dan langit ini dikarenakan oleh Rasulullah SAW. Juga diceritakan bahwa Zulaikha yang dulunya tergila-gila akan ketampanan dan kerupawanan Nabi Yusuf AS menjadi berpaling hatinya demi mendengar cerita Nabiyullah Yusuf AS mengenai keagungan Rasulullah SAW. Betapa keagungan Rasulullah SAW mampu memalingkan hati wanita itu, walau dia tahu bahwa sang Rasul Besar itu belumlah lahir…

Di sesi tanya jawab, beliau sempat mengomentari tentang imperialisme Amerika Serikat di kawasan Irak dan Timur Tengah. Kata beliau, “Ketahuilah kebathilan itu sifatnya sementara. Sementara kebenaran itu haqiqi, kekal adanya. Jangan risau akan kejahatan dan kebathilan yang ditimbulkan oleh mereka, karena sesungguhnya kebathilan mereka itu hanya sementara sifatnya, hanya sebentar saja. Tunggulah kehancurannya”…dalam kesempatan itu juga beliau mengabarkan mengenai bentrok Sunni Syiah di Irak. Ayatullah al-uzma Sayyid Ali Sistani sesungguhnya telah melarang membunuh sesama muslim, kepada pengikut Syiahnya beliau melarang membunuh satu pun jiwa saudara Sunni. Beliau mengatakan, kita sesama Muslim jauh memiliki persamaan yang banyak, kenapa harus meributkan perbedaan yang sedikit. Mari bersama-sama membangun Islam!.

Berikut foto-foto kunjungan beliau. (more…)

Read Full Post »